Workshop Pembuatan Peta Desa dan Perencanaan Zonasi

Mahasiswa, satu kata yang selalu menjadi garda terdepan yang seharusnya dapat memperbaiki kondisi bangsa, mereka adalah 3% rakyat Indonesia yang juga seharusnya menjadi perubahan masif oleh lebih dari 37% pemuda Indonesia. Mahasiswa, satu kata yang selalu memperjuangkan tentang perubahan. Hal tersebut merupakan seesuatu yang wajar, mengingat berbagai gelar dan status yang disandangan kepadanya, yaitu sebagai agent of change, iron stock dan social control. Dengan kata lain mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pegelaran bertitelkan perubahan bukan hanya omong kosong. Sehingga, apabila terjadi ketidakadilan maka mahasiswa lah yang harus menjadi garda terdepan yang menyadarinya, sehingga tak salah apabila mahasiswa dikatakan sebagai penyambung lidah rakyat

Berdasarkan hal itu, maka mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Geomatika perlu melakukan langkah konkrit dimana mulut tidak berbicara kosong namun pemikiran dan ide serta ilmu yang dimiliki merupakan pedoman untuk memulai langkah kecil yang nyata yakni melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Way Galih. Banyak aspek yang harus disentuh untuk menjadikan langkah kecil ini berharga, tak selalu terpaku pada bakti sosial kilat dengan sembako seadanya seperti partai politik menjelang pemilu, namun dengan bidang keprofesian yang kita kuasai dengan pembuatan peta desa dimana menjadi salah satu pondasi dari infrastruktur untuk pengembangan desa. Maka dengan adanya peta desa dan penyuluhan mengenai bidang spasial, setidaknya masyarakat Desa Way Galih dapat menggunakan peta ini secara luas seperti untuk peta politik, peta rawan banjir, peta pengembangan digister biogas hingga analisis spasial topografi untuk pengembangan di Desa Way Galih. Tujuannya, seiring perkembangan teknologi dan informasi, peta tidak lagi kaku dan terbatas yang hanya dapat dipahami beberapa pemangku kepentingan, namun dengan peta desa dari hasil foto udara menggunakan drone diharapkan masyarakat di Desa Way Galih lebih mudah memahami dan tertarik pada peta daerahnya sendiri.

 

Penulis Yoga Jatra Radinta, Kadiv Eksternal HMG – 17 November 2017

Tinggalkan Balasan